Benda- benda dapat berubah wujud. Misalnya dari benda padat dapat berubah wujud menjadi benda cair maupun gas, begitupun sebaliknya. Sehingga perubahan wujud menyebabkan perubahan sifat-sifat benda. Berikut ini adalah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perubahan wujud dan sifat benda, sebagai berikut : 1. Pembahasan Perubahan kimia merupakan jenis perubahan yang ditandai dengan adanya pembentukan zat baru dan perubahan yang terjadi tidak dapat dikembalikan. Sedangkan perubahan fisika merupakan perubahan yang berkaitan dengan wujud benda saja, bersifat sementara sehingga perubahan wujud benda dapat kembali ke bentuk asal, dan tidak menghasilkan Videopembelajaran tematik muatan Materi IPA Kelas 5 Tema 7 Subtema 2 tentang Perubahan Sifat Benda di atas bisa kamu manfaatkan untuk memperjelas pemahaman kamu tentang materi ini. Jadi silakan pilih gaya belajar kamu ya. Latihan Soal Materi IPA Kelas 5 Tema 7 Subtema 2 "Perubahan Sifat Benda" Vay Tiền Nhanh Chỉ Cần Cmnd. - Sifat suatu benda dapat berubah baik dari segi wujud, warna, maupun komponen lainnya. Perubahan sifat benda terjadi sebagai akibat faktor-faktor tertentu, termasuk pemanasan, pembakaran, pencampuran, pembusukan, hingga pendinginan, Perubahan sifat benda memungkinkan suatu benda berubah sifatnya misalnya dari padat menjadi cair atau dari cair menjadi uap. Perubahan tersebut bisa terjadi secara sementara atau bahkan tetap. Namun sebelum mengenal perbedaan antara perubahan sementara dan tetap, ada baiknya mengetahui terlebih dahulu macam-macam sifat benda. Sifat benda merupakan karakter atau ciri khas suatu benda yang membedakannya dengan benda lain. Menurut Choiril Azmiyawati dalam "IPA 5" sifat benda terdiri dari berbagai komponen, meliputi bentuk, warna, kelenturan, kekerasan, hingga bau. Sifat benda-benda secara umum ada tiga, yaitu padat, cair, dan gas. Perubahan sifat suatu benda meliputi beberapa peristiwa, antara lain - membeku, yaitu perubahan sifat benda dari cair ke padat. Contohnya air yang dibekukan di lemari pendingin berubah menjadi es batu;- melebur, yaitu perubahan sifat benda dari padat ke cair. Contohnya biji besi yang dipanaskan berubah menjadi cair;- menguap, yaitu perubahan sifat benda dari cair ke gas. Contohnya air yang didihkan yang berubah menjadi uap;- mengembun, yaitu perubahan sifat benda dari gas ke cair. Contohnya udara buangan dari pendingin ruangan AC menjadi air;- menyublim, yaitu perubahan sifat benda dari padat ke gas. Contohnya kapur barus yang diletakkan di dalam lemari semakin lama semakin mengecil;- mengkristal, yaitu perubahan sifat benda dari gas ke padat. Contohnya uap air yang mengalami penurunan suhu akan menjadi sifat benda sementaraPerubahan sifat benda secara sementara artinya sifat benda dapat kembali seperti semula sebelum mengalami perubahan. Sesuai dengan perubahannya yang bersifat sementara, perubahan ini tidak akan menghasilkan zat dalam wujud baru. Perubahan ini juga dikenal sebagai perubahan fisika. Hal ini memungkinkan sifat benda seperti semula, baik dari wujud maupun kekerasan. Berdasarkan buku "Mengenal Alam Sekitar" terbitan Departemen Pendidikan Nasional, ada beberapa contoh peristiwa perubahan sifat benda sementara, yaitu - air yang dipanaskan, di mana uap air dapat menjadi air kembali setelah suhu menurun;- es batu yang mencair setelah terkena panas atau berada di ruangan terbuka;- besi cair akibat dipanaskan dapat kembali menjadi besi padat setelah sifat benda tetapLain halnya dengan perubahan sementara, perubahan sifat benda secara tetap menyebabkan benda tidak dapat kembali ke wujud semula. Perubahan sifat benda secara tetap menyebabkan benda memiliki zat penyusun yang baru. Perubahan ini juga dikenal sebagai perubahan kimia. Hal ini menyebabkan benda berubah secara wujud, kelenturan, bau, maupun komponen penyusunnya. Berikut beberapa contoh peristiwa perubahan sifat benda tetap - kayu kering dibakar dengan api menjadi arang;- buah segar mengalami pembusukan sehingga menghitam, bau, dan lembek;- singkong yang diberi ragi dan melalui peristiwa fermentasi pembusukan berubah menjadi tapai. - Pendidikan Kontributor Yonada NancyPenulis Yonada NancyEditor Yandri Daniel Damaledo Contoh-Contoh Perubahan Wujud Benda – Perubahan wujud benda adalah suatu peristiwa perubahan bentuk benda menjadi bentuk benda yang lain. Hal ini terjadi karena adanya proses pelepasan atau penyerapan kalor. Perbedaan ketika terjadi perubahan wujud benda terletak pada titik beku serta titik didihnya. Setiap benda akan mengalami perubahan wujud yang berbeda-beda. Ada tiga jenis benda yaitu benda cair, padat dan gas. Pada kehidupan sehari-hari perubahan wujud sering terjadi, namun sedikit dari kita yang menyadarinya. Ilustrasi Rodgerson Contohnya seperti benda cair yang mengalami perubahan menjadi benda padat disebut dengan membeku. Sedangkan menguap adalah perubahan dari benda cair menjadi benda gas dan lain sebagainya. Benda padat atau zat padat adalah benda yang mempunyai bentuk tetap seperti, penghapus, buku tulis, kayu, besi dan lain – lain. Benda cair atau zat cair adalah suatu benda yang mempunyai bentuk tidak tetap. Contohnya, minyak, bensin, susu, air dan lain-lain. Benda gas atau zat gas merupakan suatu benda yang tidak dapat dilihat secara langsung, akan tetapi bisa dirasakan. Contohnya yaitu hydrogen, udara, karbondioksida dan lain-lain. Secara umum, setiap benda atau zat yang tersusun partikel-partikelnya akan saling berkaitan dan bersinambungan. Sifat-Sifat Wujud Benda1. Benda Padata. Ukuran dan bentuk benda padat tidak dipengaruhi oleh bentuk wadah/ Bentuk benda padat dapat diubah dengan perlakuan tertentu2. Benda Caira. Bentuk benda cair tidak tetap, selalu mengikuti bentuk tempatnya/ wadahnyab. Benda cair menekan ke segala arahc. Benda cair dapat mengalir ke tempat rendahd. Permukaan benda cair yang tenang selalu datare. Benda cair meresap melalui celah-celah kecil3. Benda Gasa. Benda gas memiliki volume dan bentuk yang sesuai dengan tempatnya/ wadahnyab. Benda gas menekan ke segala arahc. Benda gas terdapat di segala tempatSifat yang Membedakan Benda1. Bentuk2. Warna3. Kelenturan4. Kekerasan5. BauContoh-contoh Perubahan Wujud Benda1. Mencair atau melebur2. Menguap3. Mengembun4. Membeku5. Menyublim6. MengkristalFaktor-Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Wujud Sifat Benda1. Pemanasan3. Pembakaran4. Pencampuran5. Pembusukan6. PendinginanMacam – Macam Perubahan Wujud Benda1. Perubahan sifat benda yang mempunyai sifat sementara2. Perubahan sifat benda yang mempunyai sifat tetapRekomendasi Buku & Artikel TerkaitKategori Ilmu KimiaMateri Terkait Wujud benda mempunyai sifat-sifat sebagai berikut 1. Benda Padat Benda padat merupakan sebuah benda yang berwujud padat. Dalam kehidupan sehari-hari kita banyak menemukan benda padat seperti kunci, buku, batu, penghapus dan lain sebagainya. Benda padat dari sifat, bentuk dan ukurannya tetap walaupun tempatnya dipindah-pindahkan. Berat pada benda padat berbeda-beda tergantung dari jenis benda tersebut. Misalnya pada ukuran besi, semakin besar ukuran besi akan semakin berat bendanya. Akan tetapi, ringan atau berat benda tidak hanya ditentukan oleh besar atau kecilnya benda tersebut. Berat benda juga akan bergantung pada jenis benda padat. Contohnya, bola yang dari bahan plastik akan lebih ringan dibanding bola sepak walaupun ukuran bolanya sama. Wujud & Sifat Benda Berikut ini sifat-sifat yang dimiliki oleh benda padat a. Ukuran dan bentuk benda padat tidak dipengaruhi oleh bentuk wadah/ tempatnya. Saat kita meletakkan benda padat ke dalam suatu tempat, ukuran dan bentuk benda tetap tidak berubah. Contohnya, kacang goreng yang diletakkan di dalam toples akan sama dengan kacang goreng yang diletakkan di piring, bola yang diletakkan di lantai akan sama dengan bola yang ada di dalam keranjang. Maka, bentuk benda padat tidak akan mengikuti bentuk tempatnya. b. Bentuk benda padat dapat diubah dengan perlakuan tertentu Benda yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari bentuknya sudah berubah dari bentuk aslinya, contohnya baju. Bentuk awal baju hanya sehelai kain, selanjutnya dipotong dan dijahit sehingga akan berubah menjadi bentuk baju. 2. Benda Cair Benda cair adalah suatu benda yang berwujud cair. Contohnya seperti air, minyak, kecap, bensin, minyak tanah dan lain sebagainya. Sifat – sifat yang dimiliki benda cair sebagai berikut a. Bentuk benda cair tidak tetap, selalu mengikuti bentuk tempatnya/ wadahnya Bentuk dari benda cair dapat berubah-ubah. Apabila air dimasukkan ke dalam botol maka bentuk air seperti botol, demikian juga jika air dimasukkan ke dalam mangkuk, bentuknya akan mengikuti seperti mangkuk. Jadi, benda cair akan mengikuti bentuk wadahnya. b. Benda cair menekan ke segala arah Air memiliki tekanan. Dalam tempat yang sama, tekanan air dapat berbeda. Semakin rendah, maka tekanan air pada tempat tersebut semakin besar. Hal ini dapat dibuktikan dengan membuat air semakin memancar. Pancaran air tersebut dari tempat lebih rendah akan nampak lebih jauh. c. Benda cair dapat mengalir ke tempat rendah Air akan bergerak ke semua arah dari tempat yang tinggi hingga ke tempat yang rendah. Contohnya, ketika kita menumpahkan air dari dalam botol ke lantai halaman, air akan terus mencari tempat yang paling rendah. d. Permukaan benda cair yang tenang selalu datar Di dalam ketenangan, permukaan air akan selalu datar. Namun, jika mendapat usikan permukaan air tersebut tidak datar lagi. e. Benda cair meresap melalui celah-celah kecil Peristiwa meresapnya benda cair melalui celah-celah kecil disebut kapilaritas. Contohnya seperti minyak tanah yang akan meresap pada sumbu lampu ataupun sumbu kompor. 3. Benda Gas Benda gas merupakan sebuah benda yang berwujud gas. Benda gas akan sulit untuk diamati. Contohnya seperti apa dan udara. Asap dapat terlihat mengepul saat pemanggangan sate dan pembakaran sampah. Begitu juga asap hitam yang keluar dari knalpot kendaraan bermotor. Sedangkan pada udara tidak dapat terlihat, akan tetapi dapat dirasakan. Sifat – sifat benda gas antara lain sebagai berikut a. Benda gas memiliki volume dan bentuk yang sesuai dengan tempatnya/ wadahnya Contohnya ketika kita meniup balon, udara yang masuk akan membentuk balon udara. Jadi, bentuk gas tergantung dari wadahnya. Selain itu, volume udara juga akan sesuai dengan isi volume wadahnya. b. Benda gas menekan ke segala arah Saat kita meniup balon, semua bagian balon akan menunjukkan bahwa udara akan menekan ke segala arah. Contohnya saat kita memompa ban sepeda. Udara akan dialirkan ke dalam ban yang menekan ke seluruh ruang ban tersebut. c. Benda gas terdapat di segala tempat Di sekitar kita banyak terdapat benda gas, di semua tempat ada udara. Bahkan tempat yang kelihatannya kosong ternyata berisi udara. Manusia dan hewan bernapas menghirup udara. Hal ini dikarenakan udara ada di mana-mana. Sifat yang Membedakan Benda Setiap benda memiliki sifat tertentu yang membedakan dengan benda lain, yaitu sebagai berikut 1. Bentuk Bentuk benda memiliki berbagai macam. Benda yang berupa bangun datar memiliki bentuk persegi, persegi panjang, segitiga dan lingkaran. Benda yang berupa bangun ruang memiliki bentuk kubus, bola, kerucut, balok dan tabung. 2. Warna Warna juga bermacam-macam. Sebagaimana pelangi yang memiliki warna jingga, kuning, biru, hijau, merah, nila dan ungu. Begitupun dengan warna benda, yang mempunyai warna berbeda-beda. Misalnya batu yang berwarna hitam, manga yang berwarna hijau dan jeruk matang yang berwarna kuning atau jingga. 3. Kelenturan Kelenturan merupakan sifat benda yang mudah dibentuk, dilengkungkan. Benda yang mempunyai sifat lentur dapat dibengkokkan dan tidak mudah patah. 4. Kekerasan Kekerasan merupakan kemampuan suatu benda guna menahan goresan. Artinya, benda tersebut bersifat lebih keras dibandingkan benda lain sehingga dapat menggores. 5. Bau Benda mempunyai 2 macam ada yang berbau dan ada yang tidak berbau. Bau benda meliputi harum, busuk dan amis. Buku Teks Pendamping Ilmu Pengetahuan Alam BACA JUGA Belajar Sains, Bacaan untuk Anak di Kala Belajar di Rumah Daftar Best Seller Buku Sains Populer 2022 di Gramedia Perubahan Wujud Benda Ini Penjelasan Pengertian, Jenis 6 Sifat Benda Padat, Ini Penjelasan & Contohnya Contoh-contoh Perubahan Wujud Benda Berikut ini merupakan contoh-contoh dari perubahan wujud benda, antara lain sebagai berikut 1. Mencair atau melebur Mencair adalah perubahan wujud benda dari benda padat menjadi benda cair. Perubahan benda padat yang mencair yaitu ketika dipanaskan dengan suhu yang tinggi akan sampai pada titik meleleh. Mencair dapat terjadi ketika adanya perpindahan kalori yang dilepaskan oleh suatu benda. Contohnya seperti mentega yang kita letakkan di atas panci lama-lama akan berubah menjadi minyak saat dipanaskan. Contoh lain perubahan zat yang mencair atau melebur dalam kehidupan yaitu Es krim yang dikeluarkan dari freezer Coklat yang disimpan di suhu ruang yang cukup panas, maka coklat akan meleleh atau mencair Lilin yang menyala dengan sendirinya akan habis karena mencair Es batu yang terkena suhu panas atau air panas 2. Menguap Menguap merupakan peristiwa perubahan zat atau benda cair menjadi zat atau benda gas. Secara umum, penguapan terjadi karena benda cair yang dinaikkan atau dipanaskan suhunya. Contoh dalam kehidupan sehari-hari yaitu saat kita menjemur baju. Baju basah saat dijemur di bawah sinar matahari lama kelamaan akan menjadi kering. Hal ini karena air pada baju menguap menjadi gas yang disebabkan oleh panasnya matahari. Selain itu ada beberapa contoh penguapan, antara lain Air yang direbus hingga mendidih Alkohol atau bensin yang dibiarkan di udara terbuka akan menguap, tetapi hasil dari penguapan alkohol dan bensin tidak bisa terlihat secara kasat mata. Saat kita berolahraga akan mengeluarkan keringat yang dimana keringat tersebut akan menguap, maka kita mendinginkan tubuh kita. Ada empat cara untuk mempercepat terjadinya penguapan antara lain sebagai berikut Memanaskan Memperluas permukaan Meniupkan udara di atas permukaan Mengurangi tekanan di atas permukaan 3. Mengembun Mengembun adalah peristiwa perubahan wujud benda gas menjadi benda cair. Saat kita akan membuka minuman panas dan meletakan tutup diatasnya, maka lama-kelamaan tutup gelas tersebut akan dipenuhi oleh air di bagian dalamnya. Peristiwa itu terjadi karena uap dari minuman panas menempel pada tutup gelas. Sehingga dinamakan mengembun, apabila tutup gelas yang mempunyai suhu ruangan akan membuat gas berubah menjadi cair. Contoh lain yaitu pengembunan alam yang terjadi di pagi hari. 4. Membeku Membeku merupakan perubahan wujud dari benda cair yang menjadi benda padat. Hal ini terjadi karena berubahnya suhu di lingkungan yang menjadi dingin. Contoh peristiwa membeku yaitu saat kita membeli minuman dingin yang ditambah es batu di dalam gelas. Penyimpanan es batu di simpan di dalam freezer. Contoh lain pada kehidupan sehari-hari yaitu pada saat mati lampu akan menyalakan lilin. Lilin yang padat kembali setelah apinya padam, kemudian pada pembuatan agar-agar. 5. Menyublim Menyublim adalah peristiwa perubahan pada zat padat menjadi zat gas. Salah satu contoh perubahan wujud menyublim yaitu kapur baru. Kapur baru biasanya digunakan di kamar mandi untuk pengharum ruangan. Seiring berjalannya waktu kapur baru tersebut akan habis. Hal ini terjadi karena adanya perubahan wujud dari padat menjadi gas. 6. Mengkristal Mengkristal merupakan suatu proses perubahan dari zat gas menjadi zat padat. Peristiwa ini dikenal dengan zat melepaskan energi mengkristal biasanya terjadi di sekitar wilayah kawah gunung yang terdapat gas belerang. Gas belerang yang dikeluarkan dari kawah, lama-kelamaan akan berubah menjadi Kristal dan akan menempel di sekitar kawah gunung. Misalnya di Kawah Sikidang di Dieng, Jawa Tengah. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Wujud Sifat Benda Benda – benda dapat berubah wujud. Misalnya dari benda padat dapat berubah wujud menjadi benda cair maupun gas, begitupun sebaliknya. Sehingga perubahan wujud menyebabkan perubahan sifat-sifat benda. Berikut ini adalah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perubahan wujud dan sifat benda, sebagai berikut 1. Pemanasan Pemanasan yang dimaksudkan yaitu antara pemanasan lilin dan pembakaran lilin. Pemanasan dan pembakaran lilin itu berbeda. Pemanasan lilin tidak terjadi secara langsung. Lilin diletakkan di sebuah wadah atau tempat. Kemudian lilin tersebut dipanaskan. Batang lilin yang berbentuk padat akan mecair karena meleleh. Selanjutnya cairan baru batang lilin akan menjadi padat lagi setelah dingin. Hal ini, sumbu lilin tidak akan mengalami perubahan. 3. Pembakaran Saat kita berkemah akan membuat api unggun pada malam hari. Dari kaya yang dikumpulkan kemudian dibakar. Peristiwa pembakaran ini dari kayu yang semula keras dan padat kan berubah bentuk menjadi abu dan arang. Arang bersifat rapuh, sedangkan abu bersifat serbuk. Jadi, pembakaran dapat mengubah sifat benda. 4. Pencampuran Secara umum, para pekerja bangunan mereka menggunakan berbagai macam bahan bangunan yang dicampur dengan pasir. Contohnya pasir, semen dan kapur. Prosesnya dari semen yang berbentuk serbuk setelah dicampur dengan air semen tersebut berubah menjadi lebih lengket. Apabila sudah kering, campuran dapat berubah menjadi kuat dan keras. 5. Pembusukan Pembusukan terjadi apabila dibiarkan selama beberapa hari. Misalnya buah pisang yang telah matang akan membusuk jika dibiarkan beberapa hari. Proses pembusukan ini yang mengubah sifat-sifat buah. Terjadinya perubahan meliputi bau, kekerasan dan warnanya. Buah pisang yang sudah busuk mempunyai bau tidak sedap. Kulit buah pisang yang awalnya kuning akan berubah menjadi coklat kehitaman. Selain itu, daging buah juga sudah lunak. 6. Pendinginan Air yang didinginkan akan berubah menjadi es. Air merupakan zat cair sedangkan es merupakan benda padat. Sehingga sifat es dan sifat air akan berbeda. Maka, sifat air berubah setelah mengalami pendinginan. Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs Macam – Macam Perubahan Wujud Benda Secara umum perubahan sifat benda dibagi menjadi 2 di antaranya 1. Perubahan sifat benda yang mempunyai sifat sementara Perubahan sifat sementara merupakan perubahan benda yang dapat kembali ke wujud aslinya dan tidak dapat menghasilkan zat baru. Perubahan bersifat sementara terkenal dinamakan perubahan fisika. Sebagai contoh, yaitu perubahan wujud air yang menjadi wujud es. Air berwujud cair dapat berubah menjadi es yang berwujud padat. Perubahan ini disebut membeku dari air menjadi padat. Namun, es juga dapat berubah menjadi cair apabila dipanaskan. Perubahan wujud ini disebut mencair. Perubahan sifat benda tersebut hanya sementara, karena benda dapat berubah ke bentuk semula. 2. Perubahan sifat benda yang mempunyai sifat tetap Perubahan bersifat tetap merupakan perubahan benda yang tidak dapat kembali ke wujud aslinya atau awalnya. Proses perubahan ini menghasilkan zat baru. Nama lain dari perubahan bersifat tetap yaitu perubahan kimia. Contoh perubahan kimia adalah pada kertas. Kertas yang dibakar menjadi abu. Nah, itulah penjelasan tentang Pengertian, Sifat, Contoh, Faktor dan Macam-Macam Perubahan Wujud Benda. Semoga bermanfaat. Jika Grameds masih membutuhkan referensi untuk memahami tentang Server sampai manfaatnya maka bisa kunjungi koleksi buku Gramedia di Rekomendasi Buku & Artikel Terkait ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien – Jika mendengar istilah bioteknologi, mungkin akan terpikirkan suatu teknologi dalam bidang teknologi yang canggih. Namun sebenarnya manusia telah sangat lama menggunakan bioteknologi, sekitar tahun yang lalu untuk menghasilkan roti, tempe, dan dari Biotechnology Innovation Organization, pengetrian bioteknologi adalah teknologi berdasarkan biologi yang memanfaatkan proses seluler dan biomolekuler untuk mengembangkan teknologi dan produk yang membantu meningkatkan kehidupan dan kesehatan planet. Jenis bioteknologi Berdasarkan proses serta alatnya bioteknologi dibagi menjadi dua jenis, yaitu bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern. Berikut penjelasannya Bioteknologi konvensional Bioteknologi konvensional yaitu bioteknologi yang menggunakan peralatan serta bahan sederhana dalam prosesnya. Bioteknologi konvensional memanfaatkan mikroorganisme untuk menghasilkan suatu produk baru yang berguna bagi manusia. Baca juga Contoh Produk Bioteknologi Modern di Bidang Kesehatan Bioteknologi modern Bioteknologi modern yakni bioteknologi yang menggunakan bahan, peralatan, serta teknologi canggih dalam prosesnya. Bioteknologi modern adalah perkembangan dari bioteknologi konvensional. Dilansir dari National Center for Biotechnology Information, bioteknologi modern lahir dari penemuan DNA sebagai materi genetik yang dapat bereplikasi dan berperan penting dalam pewarisan sifat. Bioteknologi modern mencakup rekayasa genetika untuk menghasilkan suatu produk yang berguna bagi kehidupan di bumi. Contoh bioteknologi konvensional dan penerapannya Selama ribuan tahun bioteknologi konvensional telah membantu kehidupan manusia terutama dalam bidang pangan. Selain dalam bidang pangan, bioteknologi konvensional juga membantu manusia dalam domestikasi hewan dan tumbuhan, serta bidang medis. Baca juga Bioteknologi Arti, Sejarah dan Perkembangan

sifat perubahan wujud dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan produk